Umroh
Masjid Nabawi, Saat melaksanakan umroh tahun 2010 sebagai wujud rasa syukur atas rizki yang kami terima .
Presentasi Pendampingan implementasi Kurikulum 2013
Saat mempresentasikan Kurikulum 2013 dalam acara pendampingan implementasi Kurtilas.
IN 2014
Ketika mengikuti pelatihan Instruktur guru sejarah tingkat nasional di Cianjur tanggal 9 - 15 Juni 2014.
Thursday, August 25, 2016
Friday, August 19, 2016
Thursday, July 28, 2016
Tokoh Besar Zaman Renaissance
Tokoh Besar Zaman Renaissance
Zaman Renaissance adalah zaman kelahiran-kembali
kebudayaan Yunani-Romawi di Eropa pada abad ke-15 dan ke-16
M. Kebudayaan Yunanni-Romawi adalah kebudayaan yang menempatkan manusia sebagai
subjek utama. Beberapa tokoh dunia di bawah ini, terkenal karena diantaranya
melahirkan adi karya atau ‘masterpiece’ yang begitu mendunia.
Mereka terlahir dan berkembang di zaman Renaissance ini. Berikut tokoh
Besar Zaman Renaissance:
1. LEONARDO DA VINCI
Leonardo da Vinci adalah arsitek, musisi, penulis, pematung,
dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan
sebagai arketipe “manusia renaissance” dan
sebagai jenius universal yang diakui hingga saat ini. Leonardo
terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa.
Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang
mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai
contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar
dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan
ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan
juga kuliner.
2. Michaelangelo Buonarroti
Michaelangelo Buonarroti atau nama lengkapnya
dalam bahasa Italia Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni adalah
seorang pelukis, pemahat, pujangga, dan arsitek zaman Renaissance. Ia
terkenal untuk sumbangan studi anatomi di dalam Seni Rupa. Karyanya yang
dianggap terbaik adalah Patung David, Pietà , dan Fresko di
langit-langit Kapel Sistina.
3. Raffaello Santi
Raphael Sanzio atau Rafaello
Sanzio adalah ahli lukis dan arsitektur terpelajar Italia dari
kota Firenze pada masa High Renaissance. Ia juga dikenal dengan
panggilan Raffaello Santi, Raffaello da Urbino, atau Rafael Sanzio da
Urbino. Raphael dikenal dengan gaya lukisnya yang kontemporer. Namun jika dibandingkan
dengan Michelangelo atau Titian, ia sering dianggap inferior.
Pada hal lain, tidak ada dari keduanya yang mendapatkan pencapaian sama seperti
Raphael, kesan “keringanan”.
Setelah kedatangannya di Roma, lukisan potret menjadi
pekerjaan sampingan bagi Raphael sementara ia mengerjakan proyek-proyek besar
Vatikan. Di antara seluruh lukisan potret, ia pernah melukis dua
popes Julius II dan Leo X, yang terakhir dianggap sebagai karya
lukisan potretnya yang terbaik.
4. Donatello
Donato di Niccolò di Betto Bardi (sekitar 1386
– 13 Desember 1466), juga dikenal sebagai Donatello, adalah
seorang seniman dan pematung Italia dariFirenze pada
awal abad Renaisans. Ia dikenal sebagai salah satu pematung terbaik pada zamannya.
Ia menggunakan tipe khusus dalam teknik mematung yang membuat karyanya terlihat
sangat nyata.
5. Fra Bartolommeo
Fra Bartolomeo atau Fra Bartolommeo
adalah seorang pelukis tema-tema religius terkenal zaman Renaisans Italia.
Ia dilahirkan di Savignano di Prato, Tuscany. Ia memperoleh julukan Baccio della Porta karena rumahnya yang dekat
dengan Porta (“Gerbang”) San Pier Gattolini. Bartolomeo
meninggal di Florence pada tahun 1517.
6. Johann Guttenberg
Sebenarnya
percetakan untuk membuat sebuah buku sebelumnya sudah ditemukan di Cina, tapi
masih sangat tradisional. Kelebihan dari mesin cetak Guttenberg adalah
penggabungan elemen-elemen dasar percetakan seperti huruf cetak yang bisa
bergerak, penggunaan tinta yang serasi untuk menghasilkan cetakan, dan bahan
sejenis kertas (ada catatan) untuk mencetaknya, sehingga dapat berproduksi
secara besar-besaran (efektif dan efisien)
7. Nicolaus Copernicus
Bukunya yang
berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi Bulatan
Benda-benda langit) yang isinya mengungkapkan bahwa bumi berputar pada
porosnya, bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet
lainnya semuanya berputar mengelilingi matahari. Walaupun penemuannya dianggap
belum sempurna, tetapi penerbitan bukunya merupakan titik tolak astronomi
modern, seperti halnya rumusan tentang hukum-hukum gerak planet oleh Johannes
Kepler.
8. Galileo Galilei
Seperti
halnya penemuan-penemuan yang lain, bahwa teleskop sudah ada sebelum Galileo
Galilei, yang membedakannya adalah telesop Galileo lebih sempurna dari sebelumnya.
Jadi penemuan-penemuan sebenarnya adalah sebuah proses kearah penyempurnaan
terhadap penemuan sebelumnya. Pada tahun 1609 Galileo menyatakan dukungannya
terhadap teori Copernicus, setelah dia berhasil membuat sendiri teleskop yang
sebelumnya sekitar tahun 1609 Galileo mendengar kabar bahwa teleskop
diketemukan orang di negeri Belanda. Dengan teleskopnya Galileo berhasil
mengamati permukaan bulan yang ternyata tidak rata, melainkan benjol-benjol,
penuh kawah dan gunung-gunung. Dalam meneliti Venus yang memiliki jangka serupa
dengan jangka bulan, merupakan bukti terpenting yang mengukuhkan teori
Copernicus bahwa bumi dan semua planet lainnya berputar mengelilingi matahari.
Tetapi dengan berhasilnya penemuan ini membuat membuat Galileo harus berhadapan
dengan Gereja yang menentangnya dan pada tahun 1616 Galileo diperintahkan untuk
tidak menyebarkan hipotesisnya, Gereja pun menjatuhkan hukuman tahanan rumah.
Hukuman lainnya adalah suatu permintaan agar dia secara terbuka mencabut
kembali pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.
9. Martin Luther: Pencetus Kristen Protestan
Dengan
semakin terbukanya pikiran-pikiran dan keberanian untuk menyatakan pendapat di
muka umum yang bermula dari renaissance dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, menjadikan munculnya pengkritisan terhadap ajaran gereja katolik
Roma. Gerakan reformasi gereja yang muncul pada awal abad ke-16 oleh Martin
Luther merupakan sebuah proses yang panjang dari kekecewaan terhadap perilaku
gereja yang sewenang-wenang dan menyimpang seperti pemborosan dan kemewahan
duniawi para gereja katolik. Puncak dari protes Luther adalah berkaitan dengan
indulgensia, dari sinilah Luther melakukan gerakan terbuka, tepatnya pada 31
Oktober 1517 menempelkan poster di pintu gerbang gereja Wittenberg yang berisi
95 pokok sikap, di antara isinya adalah melabrak kemewahan hidup gereja.
Pemikiran-pemikiran
lainnya yang ditulis Luther adalah penentangan terhadap indulgensia, menurutnya
penyelamatan hanya datang lewat kepercayaan dan dengan berkat pengampunan
Tuhan, bukan melalui perantara Gereja. Pendapat inilah yang menjadi penting,
yang menjadikan gereja sangat tidak senang karena jika seseorang menganut
doktrin Luther, itu artinya hak hidup gereja katolik Roma berkurang bahkan
habis. Gerakan lainnya yang dilakukan oleh Luther adalah menterjemahkan bibel
ke dalam bahasa Jerman. Sebelumnya bibel hanya ditulis dalam bahasa Latin dan
tidak boleh diterjemahkan. Dengan demikian hanya biarawan yang mengetahui isi
bibel dan hanya mereka yang berhak menafsirkannya, orang lain hanya menerima
saja. Oleh karena itu Martin Luther dinyatakan murtad dan bersalah serta
dikucilkan oleh Dewan Persidangan. Gerakan Martin Luther ini yang kemudian
memunculkan sebuah ajaran baru dalam agama Kristen yaitu Protestan.
Friday, July 22, 2016
Pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar
Pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar
Kronologi Setelah Soekarno memproklamirkan
kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945―sebagai suatu bangsa dan
negara yang baru―ternyata Belanda belum dapat menerimanya. Mereka beranggapan
bahwa proklamasi kemerdekaan yang dikumandangkan itu bersifat sepihak, tanpa
ada negosiasi dan sepengetahuan dari wilayah lainnya terutama pihak Jepang
sendiri (pengakuan resmi). Maka itu, van Mook kemudian menyebutnya sebagai kemerdekaan
yang ilegal. Karena ilegal, Belanda dan sekutu merasa sah untuk mengambil alih
(kembali) pemerintahan yang ditinggalkannya saat dikalahkan Jepang tahun 1942.
Jalan pertama yang dilakukannya adalah menempati kembali pusat pemerintahan
dahulunya di Jakarta. Sehingga pusat pemerintahan Indonesia yang awalnya berada
di Jakarta dipindahkan ke Yogyakarta tahun 1946 dengan alasan keamanan.
Selama tahun 1946 juga, revolusi kemerdekaan di
berbagai wilayah mulai meletus. Rasa nasionalis untuk mempertahankan
kemerdekaan yang telah dikumandangi melalui teks proklamasi mulai tumbuh di
mana-mana. Hal inilah yang akhirnya membuat Belanda kian terdesak. Di lain
sisi, pada tahun ini pula, sekutu berangsur-angsur menyerahkan sepenuhnya
Indonesia kepada Belanda termasuk persoalan pembentukan Republik Indonesia
Serikat. Akhirnya karena pergolakan kian hari kian besar, van Mook memutuskan
untuk mengadakan perundingan dengan wakil Indonesia pada tahun 1947 di
Linggarjati, dalam hal ini Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir. Dalam
perundingan itu disepakati bahwa Belanda secara de facto mengakui negara
Republik Indonesia atas Sumatera, Jawa, dan Madura. Tujuan pengakuan ini untuk
meredam terdengarnya persoalan ini ke telinga PBB. Namun pada kenyataannya,
persoalan ini pun terdengar juga oleh PBB, dewan keamanan PBB mulai memojokkan
Belanda karena bertindak aragon (melakukan agresi militer setelah melakukan
perjanjian Linggarjati) terhadap negara yang telah menyatakan diri merdeka,
apalagi negara ini sudah mendapatkan pengakuan resmi dari Mesir. Maka dari itu,
Belanda kemudian menghentikan agresi militernya dengan sekaligus mengikat
perjanjian Renvilee tahun 1948.
Namun lagi-lagi Belanda ingkar dengan
perjanjian itu, mereka memutuskan untuk menyerang pusat pemerintahan Indonesia
di Yogyakarta pada akhir tahun 1948. Akibat dari perbuatan ini, seluruh dunia
kembali mengecam Belanda karena belum juga menunjukkan iktikad baik dalam
memecahkan permasalah kemerdekaan Indonesia. Akhirnya pada Mei 1949, Belanda
bersedia mengadakan perudingan Roem-Roeyen sebagai usaha meredam diri dari
hujatan dunia. Di dalam perundingan itu, Belanda berjanji akan mengadakan
konferensi Meja Bundar (KMB) dalam proses menuju kemerdekaan negara Republik
Indonesia. Akhirnya tepat pada tanggal 23 Agustus 1949, Belanda mengakui
kedaulatan Republik Indonesia (Serikat) dalam perjanjian KMB di Den Haag.
Penandatangan pengakuan kedaulatan dan penyerahan kekuasaan akan
diselenggarakan kemudian di Istana Gambir (Merdeka), Jakarta, pada tanggal 27
Desember 1949. Prosesi Upacara Pengakuan Kedaulatan dan Penyerahan Kekuasaan
Belanda Kepada Indonesia.
Bagaimana prosesi detik-detik “mangkatnya Belanda dari
bumi pertiwi ini”. Tentu saja mangkat di sini adalah pengakuan kedaulatan dan
penyerahan kekuasaan dari Belanda kepada Indonesia sehingga Belanda sudah tidak
punya hak dan kedudukan apa pun (lagi) terhadap Indonesia. Prosesi ini
sebagaimana dikatakan sebelumnya diadakan pada tanggal 27 Desember 1949 di
Gedung Istana Gambir (Merdeka), Jakarta. Sebagai ketua dari delegasi Belanda
adalah A.H.J. Lovink yang memang saat itu ditunjuk sebagai Wakil Tinggi Mahkota
Belanda di Indonesia, sedangkan dari pihak Indonesia sendiri diwakili oleh
Sultan Hamengkubuwono IX. Penunjukan Sultan Hamengkubuwono IX sebagai wakil
dari Indonesia mempunyai alasan kuat. Karena memang selain Sultan paham bahasa
Belanda, dia juga dianggap tokoh yang mempunyai kedudukan dan berperan penting
dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sampai tahun 1949. Acara
prosesi pengakuan kedaulatan dan penyerahan kekuasaan kepada Indonesia dibuka
dengan sebuah pidato singkat dari A.H.J. Lovink.
Dalam pidato itu ia menyampaikan pengakuan
Belanda terhadap kedaulatan Indonesia dan berharap Indonesia tetap menjalin
kerjasama dengan Belanda walaupun telah menjadi negara yang merdeka. Setelah
itu barulah diikuti dengan penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan dan
ucapan terima kasih. Penandatangan naskah pengakuan kedaulatan Indonesia dari
pihak Belanda yang diwakili A.H.J. Lovink. Tampak Raja Saudi Arabia, King Abdul
Aziz datang menyaksikan peristiwa penandatanganan naskah tersebut.
Setelah prosesi penandatangan naskah pengakuan
kedaulatan Indonesia selesai, ada kejadian menarik di dalam gedung tersebut,
yaitu tatkala Ratu Belanda, Juliana, melakukan panggilan langsung (direct call)
dari Amsterdam untuk mengucapkan selamat kepada Indonesia. Dengan didukung
perangkat pengeras suara (speaker, toa), Ratu Juliana berbicara seakan-akan
hadir di dalam gedung tersebut. Suaranya terdengar membahana dan membuat
suasana di dalam gedung berubah menjadi hening, kidmat, dan khusyuk. Apalagi
ditambah dengan protokolernya yang mengharuskan seluruh orang yang ada di dalam
ruangan tersebut berdiri selama mendengarkan suara Ratu Juliana. Benar-benar
kejadian yang aneh, ternyata dengan suara seorang ratu saja, orang Belanda bisa
sedemikian rupa memperlakukannya. Bagaimana dengan di Indonesia? Jangan
sampailah.
Saat para hadirin di suruh berdiri selama
mendengarkan Ratu Juliana berbicara dengan hanya menghadirkan suara. Suara Ratu
Juliana diperdengarkan melalui pengeras suara (speaker). Setelah selesai mendengarkan
Ratu Juliana berbicara melalui panggilan langsung dari Amsterdam. A.H.J. Lovink
langsung mengomandoi delegasinya untuk keluar dari gedung guna mengikuti
upacara penurunan bendera triwarna Belanda di luar gedung Istana Gambir
(Merdeka). Dalam upacara itu banyak rakyat Indonesia yang menyaksikan. Kemudian
dilanjutkan dengan penaikan sang saka bendera merah putih di atas Gedung Istana
Gambir (Merdeka). Sejak peristwa inilah Gedung Istana Gambir berubah nama
menjadi Gedung Istana Merdeka. Karena sesaat setelah penaikan bendera merah
putih, banyak orang yang berteriak “Merdeka."
Bendera triwarna Belanda diturunkan. Bendera dwiwarna Indonesia
dinaikan. Dengan berakhirnya upacara penurunan bendera triwarna Belanda di
Gedung Istana Merdeka, maka berakhir pula kekuasaan Belanda di Indonesia yang
konon telah bertahan selama 350 tahun. Bagi A.H.J. Lovink sendiri, ia adalah
orang terakhir yang melambaikan salam perpisahan itu untuk seluruh rakyat
Indonesia




