Blogroll

Akrab Senada, adalah Aktif dan rajin belajar sejarah nasional dan dunia. merupakan kumpulan pemikiran, program, dan materi pelajaran dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar Sejarah khususnya tingkat SMA.

Kamis, 28 Juli 2016

Tokoh Besar Zaman Renaissance

Tokoh Besar Zaman Renaissance


Zaman Renaissance adalah zaman kelahiran-kembali kebudayaan Yunani-Romawi di Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 M. Kebudayaan Yunanni-Romawi adalah kebudayaan yang menempatkan manusia sebagai subjek utama. Beberapa tokoh dunia di bawah ini, terkenal karena diantaranya melahirkan adi karya atau  ‘masterpiece’ yang begitu mendunia. Mereka terlahir dan berkembang di zaman Renaissance ini. Berikut  tokoh Besar Zaman Renaissance:

1. LEONARDO DA VINCI
Leonardo da Vinci adalah arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe “manusia renaissance” dan sebagai jenius universal yang diakui hingga saat ini. Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa.
Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan juga kuliner.

2. Michaelangelo Buonarroti 
Michaelangelo Buonarroti atau nama lengkapnya dalam bahasa Italia Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni adalah seorang pelukis, pemahat, pujangga, dan arsitek zaman Renaissance. Ia terkenal untuk sumbangan studi anatomi di dalam Seni Rupa. Karyanya yang dianggap terbaik adalah Patung David, Pietà, dan Fresko di langit-langit Kapel Sistina.

3. Raffaello Santi
Raphael Sanzio atau Rafaello Sanzio adalah ahli lukis dan arsitektur terpelajar Italia dari kota Firenze pada masa High Renaissance. Ia juga dikenal dengan panggilan Raffaello Santi, Raffaello da Urbino, atau Rafael Sanzio da Urbino. Raphael dikenal dengan gaya lukisnya yang kontemporer. Namun jika dibandingkan dengan Michelangelo atau Titian, ia sering dianggap inferior. Pada hal lain, tidak ada dari keduanya yang mendapatkan pencapaian sama seperti Raphael, kesan “keringanan”.
Setelah kedatangannya di Roma, lukisan potret menjadi pekerjaan sampingan bagi Raphael sementara ia mengerjakan proyek-proyek besar Vatikan. Di antara seluruh lukisan potret, ia pernah melukis dua popes Julius II dan Leo X, yang terakhir dianggap sebagai karya lukisan potretnya yang terbaik.

4. Donatello
Donato di Niccolò di Betto Bardi (sekitar 1386 – 13 Desember 1466), juga dikenal sebagai Donatello, adalah seorang seniman dan pematung Italia dariFirenze pada awal abad Renaisans. Ia dikenal sebagai salah satu pematung terbaik pada zamannya. Ia menggunakan tipe khusus dalam teknik mematung yang membuat karyanya terlihat sangat nyata.

5. Fra Bartolommeo
Fra Bartolomeo atau Fra Bartolommeo  adalah seorang pelukis tema-tema religius terkenal zaman Renaisans Italia. Ia dilahirkan di Savignano di Prato, Tuscany. Ia memperoleh julukan Baccio della Porta karena rumahnya yang dekat dengan Porta (“Gerbang”) San Pier Gattolini. Bartolomeo meninggal di Florence pada tahun 1517.

6. Johann Guttenberg
Sebenarnya percetakan untuk membuat sebuah buku sebelumnya sudah ditemukan di Cina, tapi masih sangat tradisional. Kelebihan dari mesin cetak Guttenberg adalah penggabungan elemen-elemen dasar percetakan seperti huruf cetak yang bisa bergerak, penggunaan tinta yang serasi untuk menghasilkan cetakan, dan bahan sejenis kertas (ada catatan) untuk mencetaknya, sehingga dapat berproduksi secara besar-besaran (efektif dan efisien)

7. Nicolaus Copernicus
Bukunya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi Bulatan Benda-benda langit) yang isinya mengungkapkan bahwa bumi berputar pada porosnya, bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lainnya semuanya berputar mengelilingi matahari. Walaupun penemuannya dianggap belum sempurna, tetapi penerbitan bukunya merupakan titik tolak astronomi modern, seperti halnya rumusan tentang hukum-hukum gerak planet oleh Johannes Kepler.

8. Galileo Galilei
Seperti halnya penemuan-penemuan yang lain, bahwa teleskop sudah ada sebelum Galileo Galilei, yang membedakannya adalah telesop Galileo lebih sempurna dari sebelumnya. Jadi penemuan-penemuan sebenarnya adalah sebuah proses kearah penyempurnaan terhadap penemuan sebelumnya. Pada tahun 1609 Galileo menyatakan dukungannya terhadap teori Copernicus, setelah dia berhasil membuat sendiri teleskop yang sebelumnya sekitar tahun 1609 Galileo mendengar kabar bahwa teleskop diketemukan orang di negeri Belanda. Dengan teleskopnya Galileo berhasil mengamati permukaan bulan yang ternyata tidak rata, melainkan benjol-benjol, penuh kawah dan gunung-gunung. Dalam meneliti Venus yang memiliki jangka serupa dengan jangka bulan, merupakan bukti terpenting yang mengukuhkan teori Copernicus bahwa bumi dan semua planet lainnya berputar mengelilingi matahari. Tetapi dengan berhasilnya penemuan ini membuat membuat Galileo harus berhadapan dengan Gereja yang menentangnya dan pada tahun 1616 Galileo diperintahkan untuk tidak menyebarkan hipotesisnya, Gereja pun menjatuhkan hukuman tahanan rumah. Hukuman lainnya adalah suatu permintaan agar dia secara terbuka mencabut kembali pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.

9. Martin Luther: Pencetus Kristen Protestan
Dengan semakin terbukanya pikiran-pikiran dan keberanian untuk menyatakan pendapat di muka umum yang bermula dari renaissance dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadikan munculnya pengkritisan terhadap ajaran gereja katolik Roma. Gerakan reformasi gereja yang muncul pada awal abad ke-16 oleh Martin Luther merupakan sebuah proses yang panjang dari kekecewaan terhadap perilaku gereja yang sewenang-wenang dan menyimpang seperti pemborosan dan kemewahan duniawi para gereja katolik. Puncak dari protes Luther adalah berkaitan dengan indulgensia, dari sinilah Luther melakukan gerakan terbuka, tepatnya pada 31 Oktober 1517 menempelkan poster di pintu gerbang gereja Wittenberg yang berisi 95 pokok sikap, di antara isinya adalah melabrak kemewahan hidup gereja.

Pemikiran-pemikiran lainnya yang ditulis Luther adalah penentangan terhadap indulgensia, menurutnya penyelamatan hanya datang lewat kepercayaan dan dengan berkat pengampunan Tuhan, bukan melalui perantara Gereja. Pendapat inilah yang menjadi penting, yang menjadikan gereja sangat tidak senang karena jika seseorang menganut doktrin Luther, itu artinya hak hidup gereja katolik Roma berkurang bahkan habis. Gerakan lainnya yang dilakukan oleh Luther adalah menterjemahkan bibel ke dalam bahasa Jerman. Sebelumnya bibel hanya ditulis dalam bahasa Latin dan tidak boleh diterjemahkan. Dengan demikian hanya biarawan yang mengetahui isi bibel dan hanya mereka yang berhak menafsirkannya, orang lain hanya menerima saja. Oleh karena itu Martin Luther dinyatakan murtad dan bersalah serta dikucilkan oleh Dewan Persidangan. Gerakan Martin Luther ini yang kemudian memunculkan sebuah ajaran baru dalam agama Kristen yaitu Protestan.

Tokoh reformasi di Perancis adalah John Calvin (1509 – 1564) lahir di Noyon Perancis. Calvin baru berusia 8 tahun ketika Luther menempelkan poster di gerbang gereja Wittenburg, dibesarkan sebagai seorang Katolik yang kemudian menjadi penganut Protestan ketika menginjak dewasa. Pokok pikiran Calvin adalah bahwa Tuhan memiliki kekuasaan absolut, sedangkan manusia pada dasarnya sangat lemah. Tuhan adalah penentu segala takdir manusia, baik takdir baik atau takdir buruk. Tuhan telah menentukan dan memilih manusia tertentu apakah mereka itu dipilih Tuhan atau tidak. Ajaran teologi Calvin dapat dilihat dalam bukunya yang berjudul T

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More