Blogroll

Akrab Senada, adalah Aktif dan rajin belajar sejarah nasional dan dunia. merupakan kumpulan pemikiran, program, dan materi pelajaran dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar Sejarah khususnya tingkat SMA.

Umroh

Masjid Nabawi, Saat melaksanakan umroh tahun 2010 sebagai wujud rasa syukur atas rizki yang kami terima .

Presentasi Pendampingan implementasi Kurikulum 2013

Saat mempresentasikan Kurikulum 2013 dalam acara pendampingan implementasi Kurtilas.

IN 2014

Ketika mengikuti pelatihan Instruktur guru sejarah tingkat nasional di Cianjur tanggal 9 - 15 Juni 2014.

TTS Interaktif

Menggunakan Teka Teki Sejarah Interaktif sebagai media pembelajaran.

Bersama Sejarawan Nasional, Anhar Gonggong

Memperingati Hari Sejarah Nasional

Showing posts with label materikelasx. Show all posts
Showing posts with label materikelasx. Show all posts

Sunday, August 2, 2026

Konsep Dasar Ilmu Sejarah, TTS

Tuesday, September 3, 2024

PALEOLITHIKUM

https://drive.google.com/file/d/1Fd5RSzV4D3w56tbIyV2KG3powK1EmiNz/view?usp=drive_link 

Zaman batu

Sunday, August 4, 2024

Ruang Lingkup Sejarah

 

Ruang Lingkup Sejarah

Sejarah sering disangkutpautkan dengan sebuah peristiwa atau kejadian yang sudah terjadi di masa lalu. Sejarah berasal dari bahasa Arab, syajaratun, yang berarti pohon. Sementara itu, dalam bahasa Inggris sejarah disebut sebagai history, yang berasal dari bahasa Yunani, istoria berarti ilmu. Secara praktis, sejarah memiliki empat ruang lingkup sejarah, yaitu sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah, sejarah sebagai ilmu, dan sejarah sebagai seni. Berikut ini penjelasan 4 ruang lingkup sejarah dan ciri-cirinya.

Sejarah sebagai peristiwa Maksud dari sejarah sebagai peristiwa adalah merujuk pada kejadian yang sudah terjadi di masa lalu. Peristiwa merupakan salah satu bagian penting dalam sejarah karena bersifat nyata dan faktual. Oleh sebab itu, suatu peristiwa pastilah menyangkut dalam kehidupan manusia.

Kendati demikian, sejarah sebagai peristiwa harus dikaji secara mendalam dan beruntut, mulai dari penyebab sampai akibat yang terjadi. Adapun ciri-ciri sejarah sebagai peristiwa adalah unik, abadi, dan penting. Unik: berarti hanya terjadi satu kali dan tidak mungkin terulang kembali dengan bentuk kejadian yang sama persis. Abadi: tidak pernah berubah dan akan selalu dikenang sepanjang masa. Penting: memiliki pengaruh yang besar terhadap kondisi masyarakat di masa mendatang.

Selanjutnya adalah sejarah sebagai kisah yang berarti sejarah memuat narasi yang tersusun berdasarkan ingatan manusia, berdasarkan kesan atau interpretasi terhadap peristiwa di masa lalu. Sejarah sebagai kisah dapat disusun dalam dua cara, yaitu lisan dan tertulis. Contoh secara lisan adalah melalui penuturan saksi mata, sedangkan secara tertulis dapat dilihat dari buku atau catatan sejarah.

Karena sejarah sebagai kisah dapat berdasarkan kesan atau interpretasi seseorang, maka besar kemungkinan sifatnya adalah subyektif. Ciri-ciri sejarah sebagai kisah didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Maksudnya, kisah sejarah harus sesuai dengan nilai faktual yang ada sesuai kenyataannya, meskipun dalam penyusunannya diberikan penafsiran atau interpretasi dari sang penutur.

Sejarah juga disebut sebagai ilmu karena merupakan pengetahuan yang menyangkut masa lalu yang kemudian disusun secara sistematis sesuai dengan kaidah metode ilmiah. Sejarah sebagai ilmu mengandung pengetahuan dari masa lalu yang kemudian diwariskan kepada masyarakat di masa mendatang. Maka dari itu, sejarah sebagai ilmu berarti sejarah adalah salah satu bidang ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis perkembangan masyarakat dan kemanusiaan di masa lalu. Ciri-ciri sejarah sebagai ilmu adalah obyektif, bersifat empiris, memiliki obyek kajian, punya metode, mempunyai generalisasi, dan mempunyai teori. Obyektif: berdasarkan keadaan yang sebenarnya. Bersifat empiris: dijadikan fakta yang kemudian tertulis atau dicatat dalam tulisan sejarah. Memiliki obyek kajian: obyek sejarah adalah waktu yang dianggap penting karena merupakan pandangan sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Punya metode: cara menyusun pengetahuan dan kebenaran dari beragam peristiwa. Mempunyai generalisasi: sejarah tidak terlepas dari kesimpulan secara umum. Memiliki teori: memiliki teori pengetahuan yang didapat dari obyek sejarah, yaitu manusia dan waktu.

Sejarah disebut sebagai seni karena mempunyai proses panjang dalam pengumpulan data dan informasi. Ciri-ciri sejarah sebagai seni adalah membutuhkan intuisi, membutuhkan imajinasi, membutuhkan emosi, dan membutuhkan gaya bahasa. Membutuhkan intuisi: sejarawan atau penulis sejarah perlu intuisi yang berbentuk pemahaman langsung dan memaknai insting tersebut selama proses penelitian. Membutuhkan imajinasi: sejarah memiliki gambaran yang terkait pada terjadinya sebuah peristiwa di masa lampau. Membutuhkan emosi: emosi dibutuhkan untuk mendekatkan perasaan sang peneliti dengan obyek penelitiannya. Membutuhkan gaya bahasa: penulisan sejarah lebih baik ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan detail sehingga dapat menjelaskan peristiwa yang terjadi.

Wednesday, April 7, 2021

Friday, January 8, 2021

kerajaan majapahit

Friday, October 23, 2020

perkembangan kerajaan sriwijaya

 https://youtu.be/6X5JjwOHDzI


Kerajaan Sriwijaya
Sejak permulaan tarikh Masehi, hubungan dagang antara, India dengan Kepulauan Indonesia sudah
ramai. Daerah pantai timur Sumatra menjadi jalur perdagangan yang ramai dikunjungi para pedagang. Kemudian, muncul pusat-pusat perdagangan yang berkembang menjadi pusat kerajaan.
Kerajaan-kerajaan kecil di pantai Sumatra bagian timur sekitar abad ke-7, antara lain Tulangbawang, Melayu, dan Sriwijaya. Dari ketiga kerajaan itu, yang kemudian berhasil berkembang dan mencapai kejayaannya adalah Sriwijaya. Kerajaan Melayu juga sempat berkembang, dengan pusatnya di Jambi.

Pada tahun 692 M, Sriwijaya mengadakan ekspansi ke daerah sekitar Melayu. Melayu dapat ditaklukkan dan berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. Letak pusat Kerajaan Sriwijaya ada berbagai
pendapat. Ada yang berpendapat bahwa pusat Kerajaan Sriwijaya ada di Palembang, ada yang berpendapat di Jambi, bahkan ada yang berpendapat di luar Indonesia. Akan tetapi, pendapat yang
banyak didukung oleh para ahli, pusat Kerajaan Sriwijaya berlokasi di Palembang, di dekat pantai dan di tepi Sungai Musi. Ketika pusat Kerajaan Sriwijaya di Palembang mulai menunjukkan kemunduran,
Sriwijaya berpindah ke Jambi. Sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya yang penting adalah prasasti. Prasasti-prasasti itu ditulis dengan huruf pallawa. Bahasa yang dipakai Melayu Kuno. Beberapa prasasti itu antara lain sebagai berikut.
1. Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di tepi Sungai Tatang, dekat Palembang. Prasasti ini berangka tahun 605 Saka (683 M). Isinya antara lain menerangkan bahwa seorang bernama Dapunta Hyang mengadakan perjalanan suci (siddhayatra) dengan menggunakan perahu. Ia berangkat dari Minangatamwan  dengan membawa tentara 20.000 personel.
2. Prasasti Talang Tuo
Prasasti Talang Tuo ditemukan di sebelah barat Kota Palembang di daerah Talang Tuo. Prasasti ini berangka tahun 606 Saka (684 M). Isinya menyebutkan tentang pembangunan sebuah taman yang disebut Sriksetra. Taman ini dibuat oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga.

3. Prasasti Telaga Batu
Prasasti Telaga Batu ditemukan di Palembang. Prasasti ini tidak berangka tahun. Isinya terutama tentang kutukankutukan yang menakutkan bagi mereka yang berbuat kejahatan.


4. Prasasti Kota Kapur
Prasasti Kota Kapur ditemukan di Pulau Bangka, berangka tahun 608 Saka (656 M). Isinya terutama permintaan kepada para dewa untuk menjaga kedatuan Sriwijaya, dan menghukum setiap orang
yang bermaksud jahat.

5. Prasasti Karang Berahi
Prasasti Karang Berahi ditemukan di Jambi, berangka tahun 608 saka (686 M). Isinya sama dengan isi Prasasti Kota Kapur. Beberapa prasasti yang lain, yakni Prasasti Ligor berangka tahun 775 M ditemukan di Ligor, Semenanjung Melayu, dan Prasasti Nalanda di India Timur. Di samping
prasasti-prasasti tersebut, berita Cina juga merupakan sumber sejarah Sriwijaya yang
penting. Misalnya berita dari I-tsing, yang pernah tinggal di Sriwijaya.


Perkembangan Kerajaan Sriwijaya
Ada beberapa faktor yang mendorong perkembangan
Sriwijaya antara lain:
a. Letak geografs dari Kota Palembang. Palembang sebagai pusat pemerintahan terletak di tepi Sungai Musi. Di depan muara Sungai Musi terdapat pulau-pulau yang berfungsi sebagai pelindung pelabuhan di Muara Sungai Musi. Keadaan seperti ini sangat tepat untuk kegiatan pemerintahan dan pertahanan. Kondisi itu pula menjadikan Sriwijaya sebagai jalur perdagangan internasional dari India ke Cina, atau sebaliknya. Juga kondisi sungai-sungai yang besar, perairan laut yang cukup tenang, serta penduduknya
yang berbakat sebagai pelaut ulung.
b. Runtuhnya Kerajaan Funan di Vietnam akibat serangan Kamboja. Hal ini telah memberi kesempatan Sriwijaya untuk cepat berkembang sebagai negara maritim. 
Perkembangan Politik dan Pemerintahan
Kerajaan Sriwijaya mulai berkembang pada abad ke-7. Pada awal perkembangannya, raja disebut dengan Dapunta Hyang. Dalam Prasasti Kedukan Bukit dan Talang

Tuo telah ditulis sebutan Dapunta Hyang. Pada abad ke-7, Dapunta Hyang banyak melakukan usaha perluasan daerah. Daerah-daerah yang berhasil dikuasai antara lain sebagai berikut.
a. Tulang-Bawang yang terletak di daerah Lampung.
b.Daerah Kedah yang terletak di pantai barat Semenanjung Melayu. Daerah ini sangat penting
artinya bagi usaha pengembangan perdagangan dengan India. Menurut I-tsing, penaklukan Sriwijaya atas Kedah berlangsung antara tahun 682-685 M.
c. Pulau Bangka yang terletak di pertemuan jalan perdagangan internasional, merupakan daerah
yang sangat penting. Daerah ini dapat dikuasai Sriwijaya pada tahun 686 M berdasarkan Prasasti
Kota Kapur. Sriwijaya juga diceritakan berusaha menaklukkan Bhumi Java yang tidak setia kepada
Sriwijaya. Bhumi Java yang dimaksud adalah Jawa, khususnya Jawa bagian barat.
d. Daerah Jambi terletak di tepi Sungai Batanghari. Daerah ini memiliki kedudukan yang penting,
terutama untuk memperlancar perdagangan di pantai timur Sumatra. Penaklukan ini dilaksanakan
kira-kira tahun 686 M (Prasasti Karang Berahi).
e. Tanah Genting Kra merupakan tanah genting bagian utara Semenanjung Melayu. Kedudukan
Tanah Genting Kra sangat penting. Jarak antara pantai barat dan pantai timur di tanah genting
sangat dekat, sehingga para pedagang dari Cina berlabuh dahulu di pantai timur dan membongkar
barang dagangannya untuk diangkut denganzpedati ke pantai barat. Kemudian mereka 
berlayar ke India. Penguasaan Sriwijaya atas Tanah Genting Kra dapat diketahui dari Prasasti Ligor yang berangka tahun 775 M.
f. Kerajaan Kalingga dan Mataram Kuno. Menurut berita Cina, diterangkan adanya serangan dari
barat, sehingga mendesak Kerajaan Kalingga pindah ke sebelah timur. Diduga yang melakukan
serangan adalah Sriwijaya. Sriwijaya ingin menguasai Jawa bagian tengah karena pantai
utara Jawa bagian tengah juga merupakan jalur perdagangan yang penting.
Sriwijaya terus melakukan perluasan daerah, sehingga Sriwijaya menjadi kerajaan yang besar. Untuk lebih memperkuat pertahanannya, pada tahun 775 M dibangunlah sebuah pangkalan di daerah Ligor. Waktu itu yang menjadi raja adalah Darmasetra. Raja yang terkenal dari Kerajaan Sriwijaya adalah
Balaputradewa. Ia memerintah sekitar abad ke-9 M. Pada masa pemerintahannya, Sriwijaya berkembang pesat dan mencapai zaman 
keemasan. Balaputradewa adalah keturunan dari Dinasti Syailendra, yakni putra dari Raja Samaratungga dengan Dewi Tara dari Sriwijaya.
Hal tersebut diterangkan dalam Prasasti Nalanda. Balaputradewa adalah seorang raja yang besar di Sriwijaya. Raja Balaputradewa menjalin hubungan erat dengan Kerajaan Benggala yang saat itu
diperintah oleh Raja Dewapala Dewa. Raja ini menghadiahkan sebidang tanah kepada Balaputradewa untuk pendirian sebuah asrama bagi para pelajar dan siswa yang sedang belajar di Nalanda, yang dibiayai oleh Balaputradewa, sebagai “dharma”. Hal itu tercatat dengan baik dalam Prasasti Nalanda, yang saat ini beradadi Universitas Nawa Nalanda, India. Bahkan bentuk asrama itu mempunyai kesamaan arsitektur dengan Candi Muara Jambi, yang berada di Provinsi Jambi saat ini. Hal tersebut menandakan Sriwijaya memperhatikan ilmu pengetahuan, terutama pengetahuan agama Buddha dan bahasa Sanskerta bagi generasi mudanya. Pada tahun 990 M yang menjadi Raja Sriwijaya adalah Sri
Sudamaniwarmadewa. Pada masa pemerintahan raja itu terjadi serangan Raja Darmawangsa dari Jawa bagian Timur. Akan tetapi, serangan itu berhasil digagalkan oleh tentara Sriwijaya. Sri Sudamaniwarmadewa kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Marawijayottunggawarman. Pada masa pemerintahan Marawijayottunggawarman, Sriwijaya membina hubungan dengan Raja Rajaraya I dari Colamandala. Pada masa itu, Sriwijaya terus mempertahankan kebesarannya. Pada masa kejayaannya, wilayah kekuasaan Sriwijaya cukup Luas. Daerah-daerah kekuasaannya antara lain Sumatra dan pulau-pulau sekitar Jawa bagian barat, sebagian Jawa bagian tengah, sebagian Kalimantan, Semenanjung Melayu, dan hampir seluruh perairan Nusantara. Bahkan Muhammad Yamin menyebutkan Sriwijaya sebagai negara nasional yang pertama.


Untuk mengurus setiap daerah kekuasaan Sriwijaya, dipercayakan kepada seorang Rakryan (wakil raja di daerah). Dalam hal ini Sriwijaya sudah mengenal struktur pemerintahan. Perkembangan Ekonomi
Pada mulanya penduduk Sriwijaya hidup dengan bertani. Akan tetapi karena Sriwijaya terletak di tepi
Sungai Musi dekat pantai, maka perdagangan menjadi cepat berkembang. Perdagangan kemudian menjadi mata pencaharian pokok. Perkembangan perdagangan didukung oleh keadaan dan letak Sriwijaya yang strategis. Sriwijaya terletak di persimpangan jalan perdagangan internasional.
Para pedagang Cina yang akan ke India singgah dahulu di Sriwijaya, begitu juga para pedagang dan India yang akan ke Cina. Di Sriwijaya para pedagang melakukan bongkar muat barang dagangan. Dengan demikian, Sriwijaya semakin ramai dan berkembang menjadi pusat perdagangan. Sriwijaya mulai menguasai perdagangan nasional maupun internasional di kawasan perairan Asia Tenggara. Perairan di Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa berada di bawah kekuasaan
Sriwijaya. Tampilnya Sriwijaya sebagai pusat perdagangan, memberikan kemakmuran bagi rakyat dan negara Sriwijaya. Kapal-kapal yang singgah dan melakukan bongkar muat, harus membayar pajak. Dalam kegiatan perdagangan, Sriwijaya mengekspor gading, kulit, dan beberapa jenis 
binatang liar, sedangkan barang impornya antara lain beras, rempah-rempah, kayu manis, kemenyan, emas, gading, dan binatang.
Perkembangan tersebut telah memperkuat kedudukan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim. Kerajaan maritim adalah kerajaan yang mengandalkan perekonomiannya dari kegiatan perdagangan dan hasil-hasil laut. Untuk memperkuat kedudukannya, Sriwijaya membentuk armada angkatan laut yang kuat.
Melalui armada angkatan laut yang kuat Sriwijaya mampu mengawasi perairan di Nusantara. Hal
ini sekaligus merupakan jaminan keamananbagi para pedagang yang ingin berdagang dan berlayar di wilayah perairan Sriwijaya. Kehidupan beragama di Sriwijaya sangat semarak. Bahkan Sriwijaya menjadi pusat agama Buddha Mahayana di seluruh wilayah Asia Tenggara. Diceritakan oleh I-tsing, bahwa di Sriwijaya tinggal ribuan pendeta dan pelajar agama Buddha.
Salah seorang pendeta Buddha yang terkenal adalah Sakyakirti. Banyak pelajar asing yang datang ke Sriwijaya untuk belajar bahasa Sanskerta. Kemudian mereka belajar agama Buddha di Nalanda, India. Antara tahun 1011 - 1023 datang seorang pendeta agama Buddha dari Tibet bernama Atisa untuk lebih
memperdalam pengetahuan agama Buddha. Dalam kaitannya dengan perkembangan agama dan kebudayaan Buddha, di Sriwijaya ditemukan beberapa peninggalan. Misalnya, Candi Muara Takus, yang ditemukan dekat Sungai Kampar di daerah Riau. Kemudian di daerah
Bukit Siguntang ditemukan arca Buddha. Pada tahun 1006 Sriwijaya juga telah membangun wihara sebagai tempat suci agama Buddha di Nagipattana, India Selatan. Hubungan Sriwijaya dengan India Selatan waktu itu sangat erat. 
Bangunan lain yang sangat penting adalah Biaro Bahal yang ada di Padang Lawas, Tapanuli Selatan. Di tempat ini pula terdapat bangunan wihara.
Kerajaan Sriwijaya akhirnya mengalami kemunduran karena beberapa hal antara lain :
a. Keadaan sekitar Sriwijaya berubah, tidak lagi dekat dengan pantai. Hal ini disebabkan aliran Sungai Musi, Ogan, dan Komering banyak membawa lumpur. Akibatnya. Sriwijaya
tidak baik untuk perdagangan.
b. Banyak daerah kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri. Hal ini disebabkan terutama karena melemahnya angkatan laut Sriwijaya, sehingga pengawasan semakin sulit.
c. Dari segi politik, beberapa kali Sriwijaya mendapat serangan dari kerajaan-kerajaan lain. Tahun 1017 M Sriwijaya mendapat serangan dari Raja Rajendracola dari Colamandala, namun Sriwijaya masih dapat bertahan. Tahun 1025 serangan itu diulangi, sehingga Raja Sriwijaya, Sri Sanggramawijayattunggawarman ditahan oleh pihak Kerajaan Colamandala. Tahun 1275, Raja Kertanegara dari Singhasari melakukan Ekspedisi Pamalayu. Hal itu menyebabkan daerah Melayu lepas. Tahun 1377 armada angkatan laut Majapahit menyerang Sriwijaya. Serangan ini mengakhiri riwayat Kerajaan Sriwijaya


Thursday, October 15, 2020

Kerajaan Kutai


 

Kerajaan Tarumanegara

Peradaban kuno Mesir

 

Peradaban kuno Mesir

Mesir adalah satusatunya kebudayaan tertua di Benua Afrika.

Hal ini disebbakan lembah sungai Nil termasuk daerah yang subur sehingga rakyat mudah unbtukmembangan sebuah peradaban. Selain itu sungai Nil menjadi penyokong utama di \Mesir. Herodotius mengatakan  Mesir adalah hadiah dari Sungai Nil.

 System penmerintahan

Mesir adalah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang bergelar Firaun. Ia memiliki kekuasaan sangat mutlak. Ia berperan sebagai kepala Negara, kepala agama dan kepala panglinma perang.. pemerintahan yang dipimpin Firaun memiliki cirri-ciri sbb:

·         Raja memerintah sekehendak hati

·         Seluruh kekuasaan ada ditangan raja baik sipil (ekonomi, pemerintahan dan hukum) militer dan agama.

·         Rakyat tunduk sepenuhnya terhadap perintah raja. Salah satunya wajib bayar pajak.

Firaun mengangkat para pejabat yang berasal dari golongan bangsawan. Untuk membantu menjalankan pemerintahan ia dibantu oleh seorang Wazir atau perdana mentri. Umumnya wazir dijabat oleh putra mahkota.  Sejak tahun 3400 SM Mesior diperintah oleh 30 dinasti yang terbagi dalam 3 zaman, yaitu Mesir tua, mesir tengah dan mesir muda.

Mesir tua berlangsung sekitar tahun 3400 -3160 SM. Berpusat di Memphis. Kerajaaan ini timbul setelah raja Menes berhasil mempersatukan Mesir Hilir dan Mesir Hulu.. Menes diberi gelar Nesutbioti dan digambarkan memakai mahkota kembar.

Kerajaan ini disebut juga zaman piranida Karen banyak dibangun piramida salah satunya Piramida Sakarah dari firaun Joser dan piramida giza yang mrupakan makam piraun Cheops, Chifren dan Menkawa.

Kerajaan Mesir muda runtuh karena serangan bansa dari Asia Kecill dan bayaknya raja bawahan yang melepaskan diri.



Mesir pertengahan

Periode ini berlangsung  2160 – 1788 SM. Kerajaan Mesir tua dapat diersatukan kembali  pada masa raja Sosanntres \iII. Usaha yang dilakukan untuk membangun kembali kerajaan antara lain membangun pertanian dan saluran irigasi mengaktifkan usa perdagangan dengan wilayah |Timur engah.. dan mengadakan ekspansi  sampai ke Nubia.

Namun akhirnya runtuh oleh serangan bangsa Hykos.

Mesir baru

Berlangsung sekita 1500 – 100 SM. Masa ini ditandai dengan tampilnya Mesir sebagai kerajaan imperium yang berhasil menguasai sebagian Timur tengah dan asia barat ermasuk palestinadan Syria.  Raja-raja yg pernah berkuasa

Raja Ahmosis I. berhasil mengusir bangsa \hyksos

Thutmosis I yang mampu menguasai Mesopotamia

Thtmosis III sebagai raja terbesar yang menguasai Syria, Ethioopia, Lybia sampai ke Pulau Kreta. Dan \sisila.

Raja Amen Hoep IV yang pertamakali memperkenalkan kepercayaan monoteisme yang menyatakan bahwa ia seorang  manusia biasa dan bukan dewa.

Raja \Ramses II sebagai peletak dasar pembangunan di ||||||| Mesir. Ia berhasil merintis pembangunan terusan yagn menghubungkan sungai Nil denga  Laut Merah an membangun kuil besar dib u Sibel.

 Kerajaan ini mengalami kemunduran  akbat penaklukan dari bangsa Assyria yang selanjutnya diserahkan ke Persia. Pada  masa |Iskandar Zulkarnaen Mesir menjadi bagia dari Romawi.

System   kepercayaan.

Bangsa Mesir menganut kepercayaan politeisme.  Dewa ertinggi adalah  dewa ra sebgai dewa matahari. Untuk memujanya dibangun tugu obelisk. Dewa Osiris sebagai dewa peradilan di alam baka

Dan dewa horus d sebagai dewa sungai nil

Mesir juga mengenal  kepercayaan totemisme, misalnya dewa Anubis dan dewa ibis. Anubis sebagai dewa kematian digambarkan berkepala anjing, dewa ibis diganbarkan berkepala  burung.

Dewa Thoth dewa pengetahuan = burung babun

Knum dewa pencipta = domba jantan

 

Hasil kebudayaan

Tulisan hieroglyph yang berhasil dibaca  oleh eoang sarjana perancis Jean Francois Champollion 1799.

Mumi gambaran kemampuan mengawetkan jenazah mereka percaya kalau jasad utuh maka rohnya akan tetap hidup.

Kaender peraedaran matahari

Piramida banguna tempat makam padre raja. Pirmira da terbesar adalah  Cheops 137 m

Spink, patung singa perkepala manusia

Obelisk tempat memuja dewa ra

Mastaba makam para bangsawan berupa piramida terbalik

Tuesday, September 1, 2020

Pembagian Zaman Praaksara Berdasarkan Ilmu Geologi.


 

Tuesday, July 28, 2020

Kehidupan manusia praaksara


Saturday, July 11, 2020

perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah


Friday, June 26, 2020

konsep berfikir sejarah


video pembelajaran sejarah


Tuesday, May 24, 2016

Kerajaan-kerajaan Islam di indonesia

Kerajaan-kerajaan Islam

Kerajaan Samudra Pasai
-          Kerajaan Islam pertama di Indonesia
-          Raja pertamanya bernama Marah Silu yang kemudian bergelar Sultan Malik Al Saleh (1285-1297)
-          Marah Silu diislamkan oleh pelaut Mesir bernama Nazimudin AlKamil
-          Pada masa pemerintahannya datang pedagang Venesia yang bernama Marco Polo
-          Raja kedua bernama Muhammad yang bergelar Sultan Malik Attahir I
-          Raja ketuga bernama Ahmad dengan gelar Sultan Malik Attahir II.  Pada masa pemerintahannya datang pedagang Arab bernama Ibnu Batutah yang menulis  bahwa mata uang yang berlaku di Samudra Pasai adalah Deureuheum (Dirham).
-          Raja keempat bernama Zainal Abidin. Pada masa pemerintahan ini, Kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran.
-          Kesusastraannya ditemukan hikayat raja-raja pasai karya Hamzah Fansuri, sastra ini termasuk historiografi tradisional yang berfungsi untuk meninggikan derajat raja.

Kerajaan Aceh
-          Pendirinya adalah Ali Mughayat Syah.
-          Akibat Malaka jatuh ketangan Portugis, banyak pedagang Islam yang lari ke Aceh. Hal ini  mengakibatkan berkembangnya kerajaan Aceh.
-          Kerajaan Aceh mencapai kebesarannya pada masa Sultan Iskandar Muda. Pada masanya berkembang sastra seperti Bustanus Salatin karya Nurudin Arraniri juga ada tokoh yang bernama Hamzah Fansuri yang mengarang Syair Perahu, Burung Pingai.
-          Kehidupan sosial di Aceh, terdapat dua golongan yaitu :
o   Teuku ; kaum bangsawan yang Menguasai pemerintahan
o   Teungku ; kaum ulama yang mengurus masalah agama
-           Aceh berbudaya Islam yang sangat kuat sehingga disebut Serambi Mekah.
-          Mesjid yang besar di Aceh adalah Mesjid Baiturrahman.

Kerajaan Malaka
-          Malaka didirikan oleh pelarian dari Majapahit yang bernama Parameswara/Paramesora. Setelah masuk Islam bernama Iskandar Syah.
-          Putranya bernama Mudzafar Syah bisa mengembangkan Malaka  sampai ke Padang, Kampar, Indragiri dan Siam pun ditantangnya.
-          Malaka mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Mansyur Syah yang didampingi oleh Laksamana Hang Tuah.
-          Raja terakhir adalah Sultan Mahmud Syah. Pada masanya Malaka Jatuh dikuasai Portugis yang dipimpin oleh Alfonso d’Alberquerque pada tahun 1511. Inilah yang membuat keruntuhan Malaka.

Kerajaan Demak
-          Demak berasal dari kata Gede dan Makmur, bertempat di Glagah Wangi.
-          Didirikan oleh Raden Alam Akbar Al Fatah yang disebut juga Raden Patah. Corak kerajaannya adalah Agraris – militer.
-          Ia tidak senang dengan adanya Portugis di Malaka. Karenanya, ia mengutus putranya yang bernama Pati Unus untuk menyerang Malaka. Sehingga putranya dijuluki Pangeran Sabrang Lor.
-          Puncak kejayaan Demak ada pada  masa Sultan Trenggono (Adik Pati Unus).
-          Trenggono pun berusaha mengusir Portugis dari Malaka dengan bekerja sama dengan Fatahillah (menantu) dari Pasai.
-          Sepeninggal Trenggono terjadi perebutan kekuasaan antara anaknya yang bernama Prawoto dengan adiknya yang bernama Pangerang Seda Ing Lepen.
-          Pangeran Sekar terbunuh. Anaknya yang bernama Arya Penangsang membalas dendam dengan membunuh Prawoto bersama keluarganya.
-          Arya Penangsang pun terbunuh oleh menantu Trenggono  yang bernama Adiwijaya yang kemudian memindahkan kerajaan ke Pajang.
-          Mesjid Demak pada tiangnya terbuat dari potongan kayu atau “tatal” (soko guru)




Kerajaan Mataram
-          Setelah Demak dipindahkan ke Pajang, kemudian dipindahkan lagi ke Mataram oleh Sutawijaya. Dia adalah putra Ki Gede Pamanahan.
-          Sutawijaya bergelar Senopati Ing Alogo Sayidin Panotogomo Khalifatul Tanah Jawi.
-          Puncak kejayaan Mataram terjadi pada masa  Sultan Agung. Cita-cita Sultan Agung adalah mempersatukan Jawa. Keinginannya terhadang Belanda (VOC) di Batavia. Maka ia pun menyerang J.P. Coen yang berkedudukan di Batavia dalam tahun 1628-1629.
-          Usahanya mengalami kegagalan, karena :
o   Letaknya jauh
o   Kalah persenjataan
o   Musim kemarau
o   Lahan pertanian di Karawang di bakar Belanda sehingga kekurangan makanan.
-          Pembuatan kalender jawa dilakukan oleh Sultan Agung. Buku filsafatnya yang terkenal adalah Sastra Gending
-          Pengganti Sultan agung adalah putranya yang bernama Amangkurat I yang tidak sekuat ayahnya dalam memerangi VOC dan tidak memperhatikan rakyat dan ini membuat serangan dari Trunojoyo, mulai dari sini Mataram menurun. Apalagi  Amangkurat II pemerintahannya semakin lemah, dan semakin sempitlah Mataram. Kelemahannya membuat Mataram dibagi dua berdasarkan perjanjian Giyanti tahun 1755. Dan kemudian akan terbagi lagi dalam perjanjian Salatiga, 1757.

Kerajaan Gowa – Tallo
-          Dikerajaan ini berkembang sastra
o   Lontara ; memuat silsilah raj-raja Gowa-Tallo, Bone
o   Sanggala ; silsilah raja-raja Toraja
o   Ilagaligo ; silsilah raja-raja Bugis
-          Raja Gowa yang pertama masuk Islam adalah Karaeng Tuningallo. Setelh mendengar ceramah dari khotib tunggal yang diberi gelar Datori bandang. Karaeng sendiri bergelar Sultan Allaudin Awwalul Islam.
-          Keturunannya yang paling berani adalah Sultan Hasanudin yang oleh Belanda mendapat julukan  Ayam Jago dari Timir). Ia bersaing dengan Aru Palaka raja Bone yang  berpihak pada belanda. Sehingga Hasanudin harus menendatangani perjanjian bongaya 1667.

Kerajaan Ternate – Tidore
-          Adalah dua pulau besar yang tersebar di kepulauan Maluku. Keduaanya mengadakan persekutuan.
-          Persekutuan Lima (Uli Lima) pimpinan Ternate; terdiri dari Ternate, Obi, Bacan, Seram, Ambon.
-          Persekutuan Sembilan (Uli Siwa) pimpinan Tidore; terdiri dari Tidore, Makyan, Jailolo, Halmahera.
-          Jauh sebelum bangsa Asing datang,mereka sudah bermusuhan, dan semakin panas setelah Portugis datang dan membangun Santo Paulo untuk melindungi Ternate dari Spanyol dan Tidore. Pada awalnya Ternate marah ketika Portugis meminta monopoli dagang dan penyebaran agama Katolik. Dan semakin marah ketika Sultan Hairun dibunuh oleh Portugis. Rakyat Ternate dan Tidore  dibawah pimpinan Sultan Baabullah tahun 1575 mengusir Portugis.

Kerajaan Banten
-          Daerah Banten berhasil dikuasai dan diislamkan oleh Fatahilah (Panglima Perang Demak). Di samping menguasai Banten, Fatahilah juga berhasil merebut Cirebon dan Sunda Kelapa yang kemudian namanya diubah menjadi Jayakarta (1527). Setelah Fatahilah menetap di Cirebon, Banten diserahkan kepada putranya yang bernama Maulana Hasanuddin.
-          Banten masih tetap menjadi daerah kekuasaan Demak, namun setelah di Demak terjadi kegoncangan politik akibat perebutan kekuasaan, Banten akhirnya melepaskan diri.
-          Maulana Hasanudin sebagai peletak dasar dan menjadi Raja Banten yang pertama (1552–1570).
-          Pada tahun 1570 Sultan Hasanuddin meninggal dan digantikan oleh putranya, yakni Panembahan Yusuf (1570–1580). Ia berhasil menundukkan Kerajaan Pajajaran.
-          Raja yang terbesar Banten ialah Sultan Ageng Tirtayasa (1651–1682). Sultan Ageng Tirtayasa berhasil memajukan perdagangan Banten. Politik Sultan Ageng terhadap VOC sangat keras, namun tidak disetujui oleh putranya Sultan Haji (Abdulnasar Abdulkahar) sehingga terjadi perselisihan. Sultan Haji minta bantuan VOC sehingga Kerajaan Banten yang jaya dan besar di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa kemudian menjadi boneka Kompeni dengan rajanya, Sultan Haji.


Islamisasi di Indonesia

Islamisasi di Indonesia


Kapan Islam masuk ke Indonesia?
Menurut Haji Abdul Malik Karim Amarullah, Islam  masuk ke Indonesia pada abad ke-7. Ketika Islam   lahir di Jazirah   Arab, abad itu pula Islam  sudah masuk ke Indonesia. Hal ini dilihat dari letak posisi goegrafis Indonesia sebagai jalur perdagangan internasional.
Juga diperkuat dengan catatan dinasti Tang yang menyebutkan orang-orang  Arab menyebut Sriwijaya dengan sebutan Sribuza, sedangkan jawa disebut jabag/jabay.
Moh Yamin, Snouch Hurgronye yang didasari catatan Marcopolo dan Ibn Batutah, menyatakan Islam  masuk  ke Indonesia abad ke-13 dengan berdirinya Kerajaan Islam  yang pertama yaitu Samudra Pasai.
Ada pula yang menyebutkan pada abad ke-11 dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun di Leran Gresik.

Siapakah yang paling berperan dalam proses islamisasi di Indonesia ?
Menurut HAMKA dengan teori Mekkah-nya, yang paling berperan adalah pedagang dari Arab. Dibuktikan dengan gelar yang digunakan raja Samudra Pasai yang pertama yaitu Malik (Sultan Malik Al Saleh). Juga madzab yang digunakan di Indonesia yaitu Syafe’i yang juga berkembang di Mesir.
Menurut Umar Amir Husein dan Husein Djajadiningrat, yang paling berperan adalah para pedagang Persia dilihat dari :
-          Berkembangnya nama tanda baca huruf Arab, yaitu Jabar, je’er, dan pe’es. Kalau sekarang kasroh, dommah, dan fatah
-          Adanya upacara Tabut 10 Muharam untuk memperingati wafatnya  cucu nabi yaitu Hasan dan Husein ini hanya dilakukan di Persia, minangkabau mengikuti upacara ini.
-          Adanya kampung Leran di Jawa dan kampung Jawi di Persia
Menurut Snouck Hurgronye & F Sutterhein yang paling berperan adalah bangsa Gujarat, dibuktikan dengan :
-          Makam Malik Ibrahim yang sama dengan makam yang ada di Gujarat.
-          Disebagian bangsa Indonesia menyebut makam dengan nama Jirat berasal dari nama Gujarat.
Menurut teori Cina, Islam  masuk ke Indonesia atas peran orang-orang Cina dilihat dari Raden Patah adalah keturunan Cina àgelar raja-raja demak kadang menggunakan gelar Cina.--> peran Laksamana Cheng ho

Apa media/saluran islamisasi di Indonesia ?
-          Dengan cara berdagang, dibuktikan adanya kamng dagang di tepi pantai, seperti Pecinan dan Pekojan
-          Dengan cara perkawinan
-          Dengan cara pendidikan, munculnya pesantren-pesantren
-          Dengan cara kesenian, seperti yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga dengan wayangnya, Sunan Bonang dengan gamelannya, dan Sultan Agung dengan tembang dan kawihnya
-          Dengan cara tasawuf,  mendekatkan diri kepada Allah dengan cara meditasi, pengobatan dan kekebalan diri.

Mengapa Islam  mudah masuk ke Indonesia ?
-          Masuk Islam  sangat mudah, hanya mengucapkan dua kalimah syahadat
-          Tidak ada stratifikasi sosial (kasta) dalam Islam, semua manusia sama dimata Tuhan.
-          Tidak banyak upacara
-          Dilakukan dengan jalan damai.dilihat dari politik, runtuhnya Majapahit mendorong daerah daerah pantai mengislamkan diri.

Bagaimana akulturasi budayanya ?
-          Atap mesjid awal di Indonesia tidak banyak berbentuk kubah tetapi berbentuk Tumpang (menyerupai punden berundak), coba kalian lihat mesjid di Pengayoman Tangerang.
Tumpang berjumlah ganjil, ada mastaka/mustika. Ada juga mesjid seperti candi, contoh mesjid di Kudus. Dan mesjid yang seperti mercusuar, yaitu Mesjid Agung Banten

-          Tidak banyak ditemukan menara karena orang Indonesia zaman dulu memanggil sholat dengan memukul kentongan.
-          Makam = jirat, di Indonesia diberi cungkup rumah, padahal di Arab tidak ada gundukan

-          Zaman madya atau zaman Islam , ukiran, pahatan dan lukisan mengalami kemunduran

Tuesday, November 24, 2015

Perbedaan teknik a cire perdue dan bivalve

Ketika manusia mulai mengenal logam, mereka telah dapat menggunakan peralatan-peralatan yang terbuat dari logam. Peralatan tersebut seperti peralatan rumah tangga, pertanian, berburu, berkebun dan lain-lain. Dengan meluasnya penggunaan peralatan dari logam, tidak berarti setiap manusia dapat membuat peralatan-peralatan tersebut.
Mengapa? Karena pembuatan peralatan dari logam ini memerlukan seorang ahli dalam bidangnya. Orang ahli membuat alat-alat dari logam disebut undagi, sedangkan tempat membuat alat tersebut disebut perundagian.
Dalam perkembangan teknologi awal ini, masyarakat Indonesia mulai mengenal benda atau peralatan yang berasal dari logam, berupa logam campuran yang disebut dengan logam perunggu yang merupakan logam campuran antara tembaga dan timah.
Masyarakat pada waktu itu telah mengenal teknik pengolahan logam. Teknik tersebut adalah sebagai berikut :
1. Teknik Bivalve (Setangkap)
Pada teknik bivalve ini digunakan dua cetakan yang dapat dirapatkan. Cetakan tersebut diberi lubang pada bagian atasnya, kemudian dari tulang tersebut dituangkan logam cair. Bila perunggu sudah dingin, maka cetakan dibuka.
Bila membuat benda berongga, maka digunakan tanah liat sebagai intinya yang akan membentuk rongga setelah tanah liat itu dibuang. Cetakan dengan teknik bivalve ini dapat dipergunakan berkali-kali.
2. Teknik A Cire Perdue (Cetakan licin)
Pembuatan perunggu dengan menggunakan teknik a cire perdue diawali dengan membuat bentuk benda logam dari lilin yang berisi tanah liat sebagai intinya. Bentil lilin ini dihias dengan berbagai pola hias. Bentuk lilin yang sudah lengkap dibungkus lagi dengan tanah liat yang lunak dengan bagian atas dan bawah diberi lubang.
Dari lubang atas dituangkan perunggu cair dan dari lubang bawah mengalirlah lilin yang meleleh. Bila perunggu yang dituangkan sudah dingin, maka cetakan tersebut dipecah untuk mengambil benda yang sudah jadi. Cetakan dengan teknik a cire perdue hanya dapat dipergunakan sekali saja.

Monday, November 23, 2015

Jaman Perunggu

Saturday, May 16, 2015

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More