Blogroll

Akrab Senada, adalah Aktif dan rajin belajar sejarah nasional dan dunia. merupakan kumpulan pemikiran, program, dan materi pelajaran dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar Sejarah khususnya tingkat SMA.

Rabu, 27 Agustus 2014

Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu.

Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang

lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut

memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di

pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat

di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih

kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang

disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu,

bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-
gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-
planet, termasuk planet bumi.

Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk

seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:

1. Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau

perbedaan unsur.

2. Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi

yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan

bergerak ke permukaan.

3. Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak

bumi

Pembagian zaman berdasarkan geologi :

1. Zaman Arkaikum :

 Zaman ini merupakan zaman tertua yang diperkirakan beruasia 2500 juta tahun. Pada zamna

ini keadaan bumi belum setabil dan masih panas. Kulit bumi dalam proses pembentukan dan pada

zaman ini belum ada tanda-tanda kehidupan.

2. Zaman Paleozoikum :

 Zaman ini diperkirakan berusia 340 juta tahun. Keadaan bumi belum setabil masih berubah-ubah.

Zaman ini juga disebut zaman primer karena mulai ada tanda-tanda kehidupan.

 Beberapa kejadian penting yang terjadi dalam kurun waktu tersebut adalah tiga kepunahan masa

utama. Kepunahan adalah total hilangnya seluruh anggota spesies atau kelompok takson yang lebih

tinggi. Kepunahan massa adalah kepunahan dalam jumlah besar yang di alami spesies atau kolompok

takson lebih tinggi yang tejadi dalam kurun waktu hanya beberapa juta tahun.

Zaman paleozoikum dibagi menjadi 5, yaitu:

a. Cambrium

 Pada periode cambrium mulai muncul adanya tanda-tanda kehidupan di bumi, seperti :

kerang dan ubur-ubur. Periode ini merupakan periode pertama era Paleozoikum. Kelimpahan

makhluk hidup yang di temukan pada periode ini kemungkinan berhubungan dengan evolusi

skeleton (rangka). Hal tersebut di tunjukan oleh fosil hewan ditemukan yang mempunyai

skleton

b. Silur

 Pada periode silur mulai ada tanda-tanda kehidupan hewan bertulang belakang tertua.

Seperti : ikan.

 pelindung di sebelah luar. Dalam era Paleozoik mulai terjadi penguasaan daratan oleh

makhluk hidup.

c. Devon

 Pada periode devon mulai ada tanda-tanda kehidupan binatang jenis amphibi tertua.

d. Karbon

 Nama "karbon" diberikan karena adanya lapisan tebal kapur pada periode ini yang

ditemukan di Eropa Barat. Mulai ada tanda-tanda kehidupan binatang merayap jenis reptil.

e. Perm(permian)

 Periode ini merupakan periode terakhir dalam era Paleozoikum. Mulai ada tanda-tanda

kehidupan hewan darat, ikan air tawar, dan amphibi. Zaman ini diakhiri dengan kepunahan

massal.

3. Zaman Mesozaikum

• Disebut juga disebut zaman sekunder yang diperkirakan berusia 140 juta tahun. Saat

itu, mulai muncul pohon-pohon besar dan hewan-hewan besar, seperti: Dinosaurus,

Atlantasaurus, Tyrannosaurus serta jenis burung-burung besar. Zaman ini berlangsung kurang

lebih 140 juta tahun. Iklim semakin membaik, curah hujan mulai berkurang. Sungai-sungai

besar dan danau banyak yang mengering dan berlumpur. Zaman ini disebut zaman reptil

karena didominasi perkembangan jenis reptil.

Zaman ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

• Trias : Pada masa ini terdapat kehidupan ikan, amphibi, dan reptil.

• Jura : Pada masa ini terdapat kehidupan reptil dan sebangsa katak.

• Calcium : Pada masa ini terdapat burung-burung pertama dan tumbuhan.

4. Zaman Neozoikum

Zaman ini diperkirakan berusia sekitar 65 juta-55 juta tahun. Keadaan bumi semakin membaik,

perubahan cuaca tidak begitu besar sehingga kondisinya lebih stabil dan kehidupan berkembang

dengan pesat.

Zaman ini dibedakan atas dua zaman, yaitu:

A. ZAMAN TERSIER

 Zaman ini ditandai berkurangnya jenis-jenis binatang besar dan telah hidup jenis-jenis binatang

menyusui, yaitu kera dan monyet. Selanjutnya mulai berkembang jenis kera manusia.

B. ZAMAN KWARTER

 Zaman ini merupakan mesa terpenting dalam kehidupan sebab mulai muncul kehidupan manusia

purba.

Zaman kwarter terdiri atas dua bagian, yaitu:

1. Kala Pleistocen (Zaman Dilluvium)

 Masa ini berlangsung kira-kira 3.000.000 tahun-10.000 tahun yang lalu. Keadaan alam pada

masa ini masih liar dan labil karena silih bergantinya dua zaman, yaitu Zaman Glasial dan Zaman

Interglasial.

a. Zaman Glasial

 adalah zaman meluasnya lapisan es di Kutub Utara sehingga Eropa dan Amerika bagian utara

tertutup es. Sedangkan daerah yang jauh dari kutub terjadi hujan lebat selama bertahun-tahun.

Permukaan air laut turun disertai dengan naiknya permukaan bumi diberbagai tempat.

b. Zaman Interglasial

 adalah zaman diantara dua zaman es. Temperatur naik hingga lapisan es di kutub utara mencair,

akibatnya permukaan air laut naik dan terjadi berbagai banjir besar di berbagai tempat. Hal ini

menyebabkan banyak daratan terpisah oleh laut dan selat.

2. Kala Holocen (Zaman Alluvium)

 Dimulai sekitar 10.000 tahun yang lalu. Pada awal kala Holosen, sebagian besar es di kutub utara

sudah lenyap, sehingga permukaan air laut naik lagi. Tanah-tanah rendah di daerah Paparan Sunda

dan Paparan Sahul tergenang air dan menjadi laut transgresi. Dengan demikian muncullah pulau-
pulau di nusantara. Pada masa ini hidup manusia yang disebut Homo Sapiens (Manusia Cerdas).

Pada masa ini juga mulai muncul nenek moyang kitasekarang ini dan mulailah terjadi perkembangan

kebudayaan manusia yang pesat.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More