Yuni S. Sudhermawan, S.Pd.

Historia Vitae Magistra

logo akrab senada

logo akrab senada

blogger

blogger

Yuni Septiani,S.Pd

Yuni Septiani,S.Pd
Humas SMAN1Tra

Rabu, 28 Agustus 2013

Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru


Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru

         Krisis moneter yang semula hanya terbatas pada kalangan menengah ke atas ini dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat bawah, terutama dengan tingginya harga-harga kebutuhan pokok mengingat persediaan dan distribusi yang timpang. Maka untuk pertama kalinya dalam sejarah Orde Baru, masyarakat mengalami kekalutan yang luar biasa dengan memborong barang apa saja yang bisa dibeli untuk persediaan kebutuhan hidupnya. Dalam perspektif sejarah Indonesia, masa-masa kekalutan sosial dan politik akibat krisis moneter ini hanya dapat dibandingkan dengan periode 1944-1946, masa akhir pendudukan Jepang dan masa awal revolusi Indonesia, dan masa peralihan kekuasaan dari rezim Orde Lama ke Orde Baru. Ciri-ciri yang menonjol dari fenomena sejarah seperti itu adalah masyarakat dilanda ketidakpastian, rumor dan desas-desus menyebar, tingkat inflasi tinggi, di mana-mana rakyat antri beli beras, antri beli minyak, dan antri kebutuhan pokok lainnya.
          Kekalutan sosial itu dalam derajat tertentu bisa ditolelir kalau saja pemerintah arif menangani krisis ekonomi yang sedang terjadi. Dalam suasana krisis yang sudah melanda hampir di semua lapisan masyarakat, pada awal bulan Mei 1998, pemerintah justru menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Tidak pelak lagi kenaikan harga BBM diikuti oleh kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Di sinilah sumber dari krisis politik dan krisis kepercayaan kepada pemerintah bermula.


         Mahasiswa mulai kehilangan kesabarannya. Dengan mengulang peran-peran yang telah dimainkan oleh para mahasiswa sebelumnya, seperti gerakan mahasiswa tahun 1966, 1974, dan 1978, mahasiswa yang mengklaim dirinya sebagai “Angkatan 1998” itu mulai berdemonstrasi dengan turun ke jalan-jalan. Mereka menuntut mundurnya Soeharto dari kursi kepresidenan yang telah berkuasa lebih dari tiga puluh tahun dan menuntut segera dilaksanakannya reformasi di segala bidang. Aksi-aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa itu ditangani oleh aparat keamanan dengan sikap dan cara yang berbeda-beda.

         Pada masa-masa awal aksi demonstrasi mahasiswa acapkali bentrok dengan aparat keamanan, seperti nampak dalam kasus demonstrasi di Medan, Padang, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Ujung Pandang, dan Surabaya. Namun kasus demonstrasi yang sangat serius adalah terjadi pada tanggal 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Jakarta. Dalam aksi demonstrasi itu tidak hanya ditandai dengan adanya bentrokan antara mahasiswa dengan aparat keamanan, tetapi juga telah terjadi aksi penembakan yang menyebabkan meninggalnya empat orang mahasiswa Trisakti, yaitu Elang Mulyana, Herry Hariyanto, Hendriawan, dan Hafidhin Royan, serta puluhan lainnya luka-luka.
Keempat mahasiswa yang meninggal tersebut kemudian dianugrahi sebagai Pahlawan Reformasi.Sebagaimana layaknya sebuah bensin, maka kasus di Trisakti itu telah menyulut api kemarahan para mahasiswa di kota-kota penting lainnya di Jawa. Bahkan di Jakarta sendiri, pada kesokan harinya terjadi aksi kerusuhan dan penjarahan sosial dalam bentuk vandalisme  yang sulit dikendalikan oleh aparat keamanan sekalipun. Tidak puas terhadap sikap dan kebijakan dari pemerintah, ribuan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia akhirnya melakukan aksi “pendudukan” terhadap Gedung DPR/MPR. Mereka tetap menuntut pencabutan mandat MPR terhadap Presiden Soeharto dan segera dilaksanakannya Sidang Istimewa MPR.
         Karena merasa sudah tidak mendapat kepercayaan lagi dari berbagai pihak,  pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan “pengunduran dirinya” (lengser keprabon) dari jabatan kepresidenan di depan Mahkamah Agung. Sebagai penggantinya adalah Prof. DR. Ing. B.J. Habibie yang pada waktu itu menjabat sebagai wakil presiden. Maka sejak saat itulah pemerintahan Orde Baru berakhir dan digantikan oleh pemerintahan yang dinamakan Pemerintahan Reformasi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Aktif dan Rajin Belajar Sejarah Nasional dan Dunia. Diberdayakan oleh Blogger.